It's Ok to be different

It’s ok to be different


Yes.. “It’s ok to be different”
Kalimat singkat ini yang saya sukai dan saya kutip dari bukunya mba Ollie yang berjudul “Yes, You Can! The art of living exciting life”.

 




    
Mba Ollie ini seorang yang muda dan sukses dari Indonesia. Dia seorang penulis buku, entrepreneur berbagai bisnis online, menjadi pembicara di berbagai event, aktif di berbagai komunitas dan memiliki label fashion sendiri. Wow she’s amaze. Dari yang awalnya mba Ollie adalah wanita pemalu dan biasa-biasa saja didaerah asalnya hingga akhirnya bisa menjadi apa-apa yang luar biasa seperti sekarang.

Bagian yang saya sukai dalam buku tersebut, ketika dia menceritakan tentang salah satu satu sahabatnya yang bernama Shirley yang pertama kali bertemu saat sama-sama ke Dublin atas undangan Enterprise Ireland. Mba Ollie menyukai etos kerja dan mengagumi Shirley. Menurutnya, Shirley ialah Wanita yang “mandiri”. Her being independent. Banyak belajar dari Shirley : no excuse to become excellent.

Pada satu waktu, Shirley melakukan perjalanan ke Amerika selama hampir sebulan, sendirian. Lagi-lagi mba Ollie terheran-heran. Saat mereka berbincang disebuah Irish Bar di Jakarta, Shirley bilang “It’s not that hard. I enjoy it (traveling alone).” I wish I can say the same thing.

Shirley ia a type of antitourist traveler yang akan menikmati perjalanan dengan santai, mempelajari budaya lokal, berkenalan dengan penduduk, dan bisa tidak pergi ke mana-mana jika ia memang sedang malas. Dia adalah turis sejati yang ingin melihat sebanyak mungkin tempat dalam satu hari. Harusnya banyak yang bisa kita pelajari saat traveling, jika kita lebih aware pada lingkungan sekitar (Instead of taking picture and live report on Twitter and Facebook the whole time). Justru itu esensi traveling, bukan untuk membandingkan negara kita atau kota kita dengan yang lain, tetap belajar mengerti: it’s okay to be different.

😊 enjoy the book ..

Komentar